Allah Swt
telah menciptakan manusia dengan
kesempurnaan yang luar biasa dibandingkan dengan makhluk hidup yang lain.
Penciptaan serangkaian indera hasil Maha Karya-Nya itu berfungsi dengan baik
juga sesuai dengan kondisi manusia itu sendiri. Dari ujung rambut, hingga ujung
kaki, tidak ada penciptaan yang dapat kita dustai manfaatnya; sekecil apapun.
Namun, seringkali manusia lalai untuk mensyukurinya. Padahal, andai saja
manusia mau merenung, mereka temukan bahwa jika satu saja panca indera
ciptaan-Nya enggan untuk berfungsi, pasti mereka tidak mampu untuk
memaksimalkan potensi diri.
Tak ubahnya
dengan mata. Pemberian indera dua penglihatan ini sangatlah bermanfaat bagi
seluruh makhluk hidup tak terkecuali manusia. Jika salah satunya saja sakit
atau hilang fungsinya, manusia akan merasa tidak berdaya. Selain memang banyak
yang ditakdirkan untuk tidak dapat melihat betapa indah-Nya ciptaan Allah
melalui fungsi mata, Allah tetap tidak membedakan manusia dari fisiknya. Inna akramakum indallahi atqaakum—Sungguh
Allah memuliakan kalian karena ketaqwaan, demikian Allah uraikan dalam Qs Al
Hujuraat: 6, bukan saja karena sempurna dan lengkapnya fisik manusia. Oleh
karenanya, meski ada beberapa saudara kita yang kurang sempurna secara fisik,
tidak sedikit dari mereka justeru sangat giat beribadah dan istimewa di
hadapan-Nya.
Dalam suatu
hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra, Rasulullah Saw bersabda, “Ada
dua mata yang dihindarkan Allah dari siksa api neraka, yakni mata yang menangis
ketakutan karena dosa dan mata yang terjaga demi jihad di jalan-Nya,” (HR
Tirmidzi)
Poin penting
dari hadits di atas adalah bentuk kemaksimalan manusia dalam mensyukuri ni’mat
penglihatan pemberian Tuhan. Hadits tersebut tidak menyebutkan bentuk mata,
keindahannya, jenis mata siapa, melainkan bagaimana sebaiknya mata difungsikan
demi kebaikan. Ada dua mata yang telah disebutkan di atas yakni mata yang
senantiasa menangisi dosa-dosa karena saking banyak dan takut tak diampuni Allah.
Juga mata yang terjaga pada waktu peperangan atau jihad di jalan-Nya berupa
bangun malam (qiyamullalil) dan tadarus. Dimana dua rutinitas ibadah itu adalah
seutama-utamanya ibadah dimana doa-doa pasti diijabah. Bacaan quran pun
demikian, langsung disaksikan oleh para malaikat Allah, demikian intisari dari firman
Allah Qs Al-Muzzammil ayat 1-6.
Setidaknya,
jika diri kita belum sanggup memaksimalkan dua penglihatan, ada usaha
sungguh-sungguh untuk benar-benar menggunakan dua mata kepada hal-hal yang
diridhai Allah. Berusaha untuk mengurangi atau melihat hal-hal negatif adalah
salah satu cara agar mata mudah menangis; baik menangis karena hati yang
terharu akan kebesaran-Nya maupun diri yang malu karena betapa banyak dosa yang
dilakukan akibat lemahnya menjaga pandangan.
Semoga Allah
memberikan kita kekuatan untuk memaksimalkan potensi penglihatan. Aamiin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar