Kamis, 22 Desember 2016

Hypnoweaning for Hafiyya ^_^

22 Desember menjelang 23 Desember 2016
02.00 Wib

***
'Wal walidaatu yurdi'na awlaadahunna haaulaynii kaamilayni...' dan para ibu, hendaklah mereka menyusui bayi-bayi mereka dua tahun penuh (jika ingin menyempurnakan penyusuan) 
(Qs Al-Baqarah: 233)

Terhenti di ayat ini, yakin di tahap ini, kuat mengakhiri fase ini... AHHHHHH, malam ini tepat di hari IBU saya MEWEK luar biasa!

Ah lebay! nyapih nyapih aja keles, ga usah kekeuh ga mau kasih nenennya ini itu, lagian juga udah dua tahun kok anaknya, lagi hamil pula. emang air susunya masih bagus? *negative words mode on* hehehehe...

Semenjak kelahiran Hafiyya, Jumat, 12-12-2014, saya tak pernah memikirkan gimana nanti rasanya menyusui ya? Saya cuma modal yakin bahwa insyaAllah Allah akan kasih STOK ASI yang CUKUP dan saya NGOTOT mau Ng-ASI LANGSUNG dari payudara tanpa perah-perahan. Apa kesampean? Ya, Alhamdulillah kesampean, meski saat itu MASIH inget banget ASI baru keluar H+3 Hafiyya lahir dengan bengkak, nyeri, sakit, ngilu yaaaaaaang teramaaaaaat luar biasaaaaaaa.. (rasanya? kata-kata gak sanggup melukiskannya bro, hehehe)

Iya, keyakinan saya bisa Ng-ASI langsung memang tercapai. Tapi, perbekalan saya tentang ILMU WEANING masih MINIM dan kurang persiapan. Weaning? Yang berarti menyapih bayi yang sudah dirasa  cukup mendapatkan ASI, batasan dalam al-Quran dua tahun atau lebih (boleh), selagi tidak ada halangan yang menghentikannya..

Nah, dalam kasus saya, di usia Hafiyya menjelang dua tahun, Alhamdulillah saya diberi amanah kehamilan lagi. Alhamdulillah pula kehamilan kedua ini keluhan-keluhannya masih standar;  paling cuma ga kuat kalau udah ngilu punggung dan tulang ekor, hehehe.. tapi ALhamdulillah, masih bisa nyusuin tanpa keluhan kontraksi dan sebagainya di usia kandungan 1-4 bulan jelang 5 bulan ini..

Namuuuuuuun,
malam inilah puncaknya. Entah saya juga sedang lelah sehingga gampang emosi (biasanya engga), NYUSUIN kok rasanya SAKITTTTTT banget, ditambah gigi anak sudah banyak, kan? Masya Allah, rasanyaaaaa mirip seperti awal-awal melahirkan ketika ASI baru mau keluar (SERIUS). Entah kenapa saking gak kuatnya, saya MENANGIS dan meringis kesakitan, Hafiyya tau dan merasakan bahwa saya menangis. Dia pun turut gelisah dengan kondisi payudara tetap dia hisap.

Kurang lebih setelah dua jam, saya tatap anak ini; Hafiyya tak kunjung bobo. Ia masih terbelalak dan seolah hanya ingin dan butuh kehangatan saja. Padahal, ASI pun sepertinya sudah habis stock. Sehingga mungkin inilah kenapa saya merasakan ngilu yang teramat. Saya merasa menyusui tak lagi nikmat. Sedih? SANGAT...

akhirnya, Hafiyya pun terbangun dan kembali gelisah. Lama kelamaan, ia menangis pilu. Mendengar tangisannya, emosi saya hampir meledak. Seraya menahan sakit, juga ngilu mendengar tangisan anak ini yang memang tidak pelan. Ya Rabb... :(

Akhirnya, suami saya mencoba membantu menggendong Hafiyya dan mengajaknya keluar kamar. Saya pun didera kantuk luar biasa dan sepertinya saya tidur cukup puas meski tidak lama. 

Saat saya kembali terjaga, Hafiyya sudah di samping saya lagi dan "Neneeeeeen, Ma..." (ya Allah). Akhirnya, saya siasati dengan ngobrol dan hanya bertahan 10 menit untuk mengalihkan perhatiannya dari nenen. ALhasil? Dia kembali minta nenen, menangis, meraung, hingga... Ibu mertua pun datang.. (kebetulan kami sedang menginap). Beliau mencoba menengahi meski tidak berhasil dan akhirnya berkomentar, "Lagi sih ya belum disapih," (hiks, hanya saya yang tau bagaimana drama dan rasanya menyapih), -_-

Akhirnya bermodalkan bismillah, saya kembali susui Hafiyya, kali ini PD yang kiri. Ngilunya tetap sama, dan lama-lama makin sakit, sakit, sakit, perih, nyeri, ngilu, daaaaaaaan... saya kembali menangis. Ditambah malam itu kepekaan suami saya sedang PARAH. Dia asik dengan gadget hingga saya gulingkan bedak ke betisnya dan dia baru paham maksud saya..

*YA, MALAM INI SAYA BAPER LUAR BIASA* hiksssss..
Batin saya hanya berucap, "Ya Rabb, hanya Engkau yang aku punya. Jika engkau yang telah menciptakan dan menitipkan Hafiyya dengan mudahnya pda hamba. Tentu saja, mengendalikan dia dan memberhentikan dari ASI adalah perkara yang sangat mudah, ya Allah, Tolong," sambil meringis saya berdoa sambil beristigfar dan shalawat. Suami saya masih saja memijat kepala saya dengan keras. Nampak dia pun kebingungan dan juga mungkin bosan dan lelah.

"Kamu bisa memijat dengan lebih lembut?" tegas saya padanya. "PEKA dong!" sungut saya. (Aduh, ini lagi ganas, tapi bener-bener ga berdaya) hiks...

Ketidakberdayaan karena: Semakin saya copot *paksa* payudara, maka yang saya rasakan hanyalah NGILU dan LECET. Selain itu, tentu Hafiyya pasti merasa dan MENANGIS LAGI. Maka, saya bersikeras untuk Bertahan dalam Perih meski suami saya tegas ingin mencopot.

Kamipun bersitegang!!

"COPOT AJA! Kamu udah kesakitan itu!"

Saya menggeleng dan menangis, "Biar aja Ba. Mencopot paksa bukan solusi, coba cari cara lain, Bisikin di telinga Hafiyya, Aku yakin dia dengar dan mau ngelepas dengan sendirinya,"

"Iya tapi kamu kesakitan," katanya yang sudah geram melihat airmata saya kian tumpah banyak

"Biar Ba. Sampai aku matipun, aku ga akan lepas. Biar aku  yang nahan sakitnya, Kamu bantu pijitin aku dan bisikin kata-kata lembut ke Hafiyya aja," saran saya

---- akhirnya suami saya melakukan apa yang saya pinta ---

"Nak, Kak, nenen Amma sakit sayang, Copot ya Kak. Kasian Amma," katanya. Terus menerus hingga kurang lebih 10 kali  dan akhirnyaaaa.....


HAFIYYA LEPASKAN nenen itu  TANPA menangis dan MASIH PULAS..
Maasya Allah...

***

Ibu-ibu seperjuangan,
mungkin curhat tak bermakna di blog ini dapat menjadi renungan bersama bahwa menjadi Ibu adalah hal yang sangat luarrrr biasa.  Ada yang diberi kemudahan dalam kehamilan dan persalinan, lalu bermasalah saat menyusui atau memberhentikan ASI

Ada yang diberi kesulitan saat hamil dan melahirkan, namun diberikan kemudahan saat ASI dan menyapih..

Itulah dinamika kehidupan menjadi Ibu

Bukan berarti kemudahan itu membuat kita terlena kemudian tak peka terhadap perempuan lain yang mengalami kesulitan. Namun, fase kehamilan-melahirkan-menyusui-menyapih- dan merawat anak adalah fase KENAIKAN PANGKAT di hadapan Allah. Apakah kita mampu LULUS UJIAN dengan nilai SABAR yang baik? Ataukah harus mengakhiri dengan paksa dan menyebabkan trauma berkepanjangan baik bagi ibu dan buah hati?

Karenanya, saya lebih memilih untuk menyusui sesuai anjuran-Nya serta memberhentikan ASI dengan cara-Nya sendiri. Semoga pengalaman menyapih ini menjadi bekal baik untuk menjadi Ibu yang memiliki kesabaran yang lebih baik (lagi) ke depannya nanti..

Ada yang punya pengalaman serupa? Boleh berbagi ya :)
Saya mohon doa, semoga Hafiyya Allah lunakkan hatinya untuk mau berhenti menyusu, tanpa saya harus membohongi dan mencekoki hal-hal yang membuatnya trauma dan bertanya-tanya :(

Terimakasih ibu-ibu,
Salam sayang...

Hypnobirthing Class @ ProV Clinic

Assalaamualaikum, selamat pagi dini hari hehehe..
semoga semua dalam keadaan sehat lahir batin ya ;)

anw, dini hari ini saya mau share tentang pengalaman saya dan pak suami saat mengikuti kelas weekend hypnobirthing di ProV clinic bersama masternya Hypnobirthing Indonesia; Ibu Lanny Kuswandi dan puterinya, Mbak Fonda Kuswandi. Hihihi, maaf agak telat ini sebenarnya karena kami ikut kelas tanggal 10-11 Des 2016 lalu, tapi karena baru sempet gegara rempong sama CFP, yasudahlah yaa, daripada ga dishare sama sekali, hihi.. semoga ada manfaatnya ya :)

***
Sebelum berlanjut apa aja sih yang kita pelajari dalam kelas ini? Saya akan beritau dulu alasan saya mengikuti kelas HB ini  (padahal anak udah satu ya? ga telat tu?) hehe...

1. Karena pengalaman melahirkan pertama menyisakan trauma teramat dalam (halah :))  plus super spontan yang rasanya luar biasa dan minim persiapan, itu membuat saya berpikir dua kali untuk jadi saya yang 'dulu'. Apa sih? hehe, saya dan suami ingin memiliki pengalaman kontraksi dan melahirkan yang jauh lebih baik, siap, tenang, santai istilah kerennya *gentlebirth* ya? hehe...

2. Ingin belajar agar bisa berbagi

Itu saja sih ya..

Nah, saya lanjutkan materi yang diajarkan di kelas HB ini ya..

***
Sabtu, 10 Des 2016 pukul 09.00

Setelah ditensi dan mengisi kuesioner tentang diri pribadi, kami dikumpulkan dalam satu ruangan nyaman yang hari itu berisikan 7 pasangan suami isteri (14 orang). Pagi itu ada Mba Fonda sudah siap duduk di Gymball, tepat sebelah layar laptop, di luar sana, sebelum kami masuk,  Ibu Lanny menyapa dengan penuh santun, "Selamat pagi, Bapak, Ibu," katanya sambil mengulas senyum.

(Ohya keburu lupa, kelas HB ini diadakan di ProV Clinic biasanya sih tiap bulan ya. tanggal tentative menyesuaikan jadwal Bu Lanny sepertinya. Boleh cek di IG ProV Clinic ya @provclinic. Adapun biayanya kalau earlybird 2 minggu sebelum kelas dimulai seharga 1,2 juta (couple ya). Tapi kalau kita bayarnya H-5 sampai mendekati hari H dikenakan 1,5 juta. Nah, karena saya niat ikut November tapi telat daftar, akhirnya ikut di Desember aja hehehe)

Ok, lanjut ya..
Mba Fonda dengan tenang dan ceria menyapa kami semua. Memperkenalkan diri dan keluarganya, kemudian mulai berinteraksi dengan kami semua dengan memberikan kertas HVS putih dan dua spidol. Sebelumnya, Mba Fonda bertanya adakah di kelas itu yang sudah memiliki pengalaman melahirkan? Ada. Yaitu hanya saya di antara 7 bumils itu, hehehe.. So, buat apa kertas tadi? Kertas itu untuk menuliskan apa saja kegiatan kita sehari-hari, apa saja rencana-rencana dan harapan ketika melahirkan nanti, terus jika kita tidak ikut kelas HB kita sedang apa sekarang dan kalau lagi senggang, kita ngapain? Nahhh, semua jawaban itu dideskripsikan dalam bentuk gambar, bukan tulisan.. (Hahaha, ketauan deh kalau gambar saya acakadut, ga usah dipost ya, wkwkw)

Selesai perkenalan satu demi satu, kami mulai masuk materi tentang 'Melahirkan Tanpa Rasa Sakit', huowww, emang bisa? ^_^
Itulah, imej yang sudah lama tertanam kuat adalah bahwa *Melahirkan itu Sakit* dan mungkin sudah tertanam di alam bawah sadar. Kemudian, anggapan itu diperkuat oleh drama-drama di TV yang kalau aktrisnya sedang lahiran, mereka teriak sekenceng-kencengnya, sambil keringetan saking kuatnya ngejan, trus bayinya keluar *ea, ea, ea... oe, oe, oe* hehehe... 

Btw, haruskah pengalaman melahirkan kita SAMA dengan drama di atas? Bukankah melahirkan itu adalah proses alamiah yang biasanya dialami perempuan dan insyaAllah semuanya akan mudah jika dipersiapkan?

Karenanya, *mental* dalam HB ini sangat-sangat dilatih oleh Mba Fonda, selain membantu kita membuang kesan negatif bahwa melahirkan itu sakit, kita juga diajarkan teknik untuk FOKUS terhadap sesuatu; maka FOKUS disini adalah penanaman (afirmasi positif) bahwa kita akan melewati persalinan dengan mudah, nyaman, aman, alami dan tanpa rasa sakit (aamiin...)

Terkait melahirkan, coba deh kalau kita lihat dan perhatikan dengan seksama, orangtua kita jaman dulu kok bisa ya punya anak banyak dan mereka lahiran dengan mudah tuh? boro-boro pake SPOg ya, bidan aja jauh dari rumahnya, paling banter mengharap bantuan dukun beranak. Itu juga kalau ada uang. Ada juga yang lebih memilih untuk melahirkan sendiri. Haaa?? Iya, ini adalah cerita pengalaman seorang Ibu yang tinggal di Tajurhalang Bogor. Ia melahirkan sendiri bayi-bayinya yang berjumlah 12 anak dan semuanya di rumah! MasyaAllah....

Awalnya saya heran. KOK BISA? apa ga bahaya tuh nanti rahimnya, dll.. tapi itulah, sampai detik ini ibu itu sehat wal afiyat, masih bisa kesana kemari, aktif menjalani kegiatan rumah tangga, merawat suami dan anaknya yang tidak sedikit itu. KEREN ya? pernah suatu ketika saya tanya, kenapa bisa melahirkan dengan gampang? Kuncinya kata beliau, yang  SABAR dan IKHLAS..

-__-

Dua hal itulah yang sering hilang dari ibu-ibu zaman sekarang..
beda dengan ibu-ibu zaman dulu yang cenderung berpikiran 'banyak anak banyak rejeki,' efek positifnya adalah mereka BAHAGIA dengan kehamilannya dan ga mikirin tuh antri di klinik bersalin buat cek kandungan, berapa biaya melahirkan, mau melahirkan dimana, dengan cara apa dan ditolong siapa, mau normal apa SC (lah belum ada dulumah ya.. hehe), dan gimana ya ngerawat anak nanti? mereka ringan hidupnya karena gak dipikirin hal-hal yang sering bikin pikiran kita rumit. Satu hal yang ibu-ibu jaman dulu tekankan adalah makan yang sehat, denger kata orang dulu (orangtua)-- yang kadang banyak mitosnya sih, tapi kadang kejadian juga ya?

Hehe, well..
Lanjut lagi dengan diskusi sama Mba Fonda. Selain tadi kita dilatih fokus, kita juga dinilai makhluk jenis apa kita ini? Hahaha, maksudnya? Iya, apakah kita lebih peka jika disentuh, atau dikasih kata-kata positif, atau justeru kita lebih tergolong ke orang yang sukanya 'membayangkan'? Ini penting karena saat melahirkan, suami sebagai pendamping isteri harus melakukan apa yang isterinya mau sesuai dengan tipe mereka (itu sebabnya nih para pak suami kudu ikut, biar mereka ga jadi sasaran pas kontraksi dicakar-cakar isteri, hahaha)

Kemudian, setelah sesi Mba Fonda usai, tepat jam 10.30 break makan snack dan lanjut materi oleh Bu Lanny (Aduh Bu Lanny ini memang asalnya lemah lembut banget ya, baru denger suaranya aja udah nenangin, hehehe)

Di kelas Bu Lanny lebih ditekankan ke praktik bagaimana cara bumils nanti menghadapi kontraksi? Nah, Bu Lanny memandu kami langsung tentang LABOR DANCE (asik..) hehe.. Jadi, saat kontraksi, suami isteri itu justeru disarankan pelukan, suami kasih kata-kata positif dan isteri menikmati, relax, mendengarkan dan tetap tenang (Hoaaa semoga bisa ya, mengingat rasanya kontraksi itu??? huhuhu..)

Nah setelah LABOR DANCE bareng-bareng (asli ya pelukan sama suami masing-masing dan distel lagu-lagu romantis itu lumayan bikin pikiran enteng lho, hehe) bu Lanny menjelaskan bahwa fungsinya berpelukan adalah agar supaya hormon kebahagiaan kita muncul, sehingga  pikiran pun terbawa untuk  selalu fokus kepada hal-hal yang positif saja. Hmm, ada benarnya juga ya. Kalau hati tenang, pikiran pun jadi senang. hehehe...

Setelah labor dance, kita kembali dilatih FOKUS sama Bu Lanny dengan mendengar langsung afirmasi  positif dari beliau. Kurang lebih 15- 20 menit kita mendengar suara musik yang tenang sekaligus kata-kata dari Bu Lanny. "Melahirkan adalah proses yang alami, normal, wajar, yang akan dirasakan oleh semua perempuan yang terpilih oleh Tuhan untuk memeroleh makhluk  suci........................." terus menerus Bu Lanny memberikan kata-kata bijak, positif, memotivasi dan mengalihkan segala bentuk kecemasan-kecemasan yang biasanya dialami bumils. Tangan dan jemari kita juga dibebaskan bergerak (seolah-olah sedang membuang energi negatif) yang pada akhirnya, bayangan yang dirasakan masing-masing dari peserta mungkin berbeda-beda. Kalau saya? Saya MENANGIS sejadi-jadinya. Lho? (sepertinya bagian ini cukup menyedihkan dan sangat mengoyak batin, hikshiks, ini terkait kewafatan almarhumah Kakak saya pasca melahirkan dan kemudian saya yang berkesempatan merawat bayinya di samping kondisi saya sedang hamil pula kala itu.. *singkatnya seperti ini*  sehingga di alam bawah sadar saya, nampaknya saya masih sangat kehilangan beliau dan selalu mewek jika teringat buah hatinya yang sekarang kami asuh bersama-sama.. ya Allah :( )

Setelah 20 menit berlalu, Bu Lanny melihat saya menyeka airmata yang masih saja mengalir. Dengan lembut beliau  bertanya, "Ibu, kenapa menangis? Mau dibagi ceritanya saat ini atau berdua saja dengan saya?" katanya. Tentu saya memilih berdua, hehehe...

***
Minggu, 11 Desember 2016

Dimulai jam 09.00 tepat, pagi itu Bu Lanny yang langsung memandu kami. Apa materi besar hari itu? PIJAT-PIJAT CINTA, hehe.. yang dipercaya dan ampuh bisa mengurangi rasa sakit, pedih, nyeri bin ngilu saat kontraksi. Kami dilatih bareng-bareng dan langsung teknik pemijatannya. Tekniknya adalah setiap suami dipersilahkan untuk meraih panggul isterinya masing-masing dan posisi isteri memeluk bola gym. Hmmm, enak.... rasanya :) semoga nanti pas saat itu tiba pak suami dengan tabah memijat, hehe...

Selain pijatan khusus untuk mengurangi kontraksi, guna meningkatkan hormon kebahagiaan, Bu Lanny membimbing kami  (usai melihat video pijat suami isteri) tentang ENDORFIN massage.. Hmm, yang ini lebih maknyus lagi, hehehe.. intinya semacam sentuhan dan pijatan ringan di bagian-bagian tubuh isteri; punggung, pundak, leher, perut  dan payudara yang diakhiri dengan sapaan halus penuh cinta untuk dede bayi.. Ahhhh, sesi ini enak banget lho! hehehe.. kudu rajin latihan berarti ya? Biar bahagia terus bawaannya, hehe.. maklum Bumils itu rentan esmosi, kan? wkwkwk..

Nah, pasca sesi ini, Mba Fonda berbagi tips tentang HYPNOBREASTFEEDING... huaahuahuaa, sesi sensitif buat saya karena saya belum berhasil menyapih anak pertama yang sekarang sudah 2 tahun usianya *hiks Ya Allah... gagal mulu mau nyapih*..

---- Namun, sekedar masukan sih sebenarnya, selain Hypnobirthing dan Hypnobreastfeeding, ada yang miss dari pelatihan ini yaitu bagaimana caranya Hypnoweaning; alias teknik-teknik tanpa dusta dalam penyapihan hehe.. kok dusta sih? Iya, karena teknik orangtua ktita dulu itu payudaranya dikasih obat merah, bawang putih, atau apa aja yang bikin anak jadi trauma dan takut, hiks... dan saya, belum menemukan teknik tanpa bohong untuk puteri saya ini :( disamping saya belum sanggup bergadang -free- dari menyusui sementara dia meraung-raung menangis sangat kencang (yang kebetulan depan rumah kami juga ada bayi, khawatir terbangun) haduh ya Allah, hahaha... luar biasa ya jadi Emak itu...----

Sesi yang diisi mba Fonda diakhiri dengan sedikit tips menghalau BabyBlues bala-bala, hehe.. juga Hypnoparenting yang menghadirkan langsung suami dan ketiga anaknya..

***

Kesan pasca mengikuti kelas ini adalah: SANGAT PENTING dan DIREKOMENDASIKAN untuk diikuti oleh calon orangtua dan yang sudah menjadi orangtua...agar kita punya perbekalan khusus dan maksimal. Karena amanah-Nya, bukan main dahsyatnya... ^_^


Senin, 19 Desember 2016

CFP Experience: Presentation Day at PICIS 2016

***
Sabtu, 17 Desember 2016, Pagi

Alhamdulillah, semalam bisa istirahat dengan baik-- karena ada bonus si cantik bisa bobo deket-deket tapi tanpa nenen (Uhuu ini bonus keajaiban banget, tiba-tiba dia plek ngantuk, hehehe). Usai beberes dan sarapan, langsunglah saya meluncur ke Ballroom, tempat konferensi diadakan. Suami dan anak biasa; mereka happy berdua at the bed room, hihihi..

Disana sudah disambut dengan lagu-lagu rohani yang syahdu dan tepat jam 09.00 konferensi dibuka. Disayangkan, Menteri Agama Lukman Saifudin berhalangan hadir, juga tamu pembicara dari Brunei Darussalam yang dijadwalkan hadirpun absen :( karena isteri beliau sakit dan dirawat. Pun Ketua MUI Ma'ruf  Amin berhalangan hadir diganti oleh staff pilihannya. Hmm, baiklah, berharap acara ini tetap khidmat dan bermanfaat..

Memasuki sesi presentasi dari para narasumber, MUI, KPK dan salah satu dosen Malaysia yang orangtuanya berdarah Pekalongan, Dr. Rawdhah Firdaus kondisi ballroom semakin khusyu'. Bapak Emirsyah dari MUI lebih menjelaskan secara teknis mengenai Revolusi Mental, Pembicara dari KPK lebih berbicara lepas mengenai kondisi negeri ini tentang korupsi yang makin menggurita dan memprihatinkan. Sedangkan Dr. Rawdhah dengan bahasa Inggrisnya yang fasih, lebih menjelaskan Revolusi Mental dalam tinjauan Al-Quran maupun Hadits, berdasarkan pengalaman di negara tempat beliau tinggal. Jika diamati seksama, materi beliau-beliau saling melengkapi. Secara sadar, saya mulai memahami bahwa mundurnya negeri ini bukan karena SDA kita  miskin, SDM kita kurang cerdas, dan peluang kerja yang tidak banyak. Namun lebih ke KESADARAN SPIRITUAL yang masih tergolong rendah. Contoh nyatanya saja korupsi. Ketika korupsi sudah menjadi lifestyle-- kebiasaan or bahkan ikut-ikutan, dampaknya akan sangat buruk ke  anak-cucu-generasi mendatang. Nyontek dianggap hal lumrah, pungli dianggap hal biasa, curang dianggap hal yang wajar terjadi, dan lain-lain, akan melemahkan kesadaran spiritual kita tentang keberadaan Tuhan. Ketika deg-degan or dalam bahasa ini 'nurani' sudah gak bermain saat kita berbuat dosa, atau bahkan hilang sama sekali, maka rasa takut kepada Tuhan pun akan berangsur hilang sama sekali. Miris bukan?

Karenanya, untuk membangun Revolusi Mental, diperlukan kerjasama yang menyeluruh baik dari lapisan masyarakat terlebih diri sendiri. Sehingga, tak perlu berkoar revolusi mental di jalan-jalan dengan demonstrasi dan lain sebagainya; cukup bercermin, berkaca diri, lakukan perubahan BAIK dimulai dari DIRI SENDIRI....

Berikut keseruan acara konferensi internasional di Pekalongan 17 Des 2016 kemarin :)






***
Break Zuhur kira-kira lewat jam 13.00, kami dipersilakan ISHOMA dan mencari ruangan untuk presentasi masing-masing sesuai bidang keilmuan presentator. Kira-kira, ada sekitar 35 pembicara dari berbagai kampus di Indonesia maupun luar negeri. Kebetulan saya mengambil tema Al-Quran dan Ilmu Sosial, maka saya dan 15 orang lainnya ditempatkan di suatu meetingroom kecil di lantai 3, ruang Harmony..


Aduh, BLURRRRR diambilin sama mbak-mbak :(
but i'm Happy because i give her my book, 'Al-Quran vs Violence

Presentasi Kelompok 1; Ada yang berbicara tentang Mentalitas, Wayang, Dakwah Muslimah Center sampe tentang Kosmologi Islam




Presentasi kelompok 2: Kekerasan Seksual, Ekonomi Islam, Trafficking dan Tentang Sistem Perekrutan Ketenagakerjaan



------------------------------- ***------------------------------------

Apa hasil akhir dari konferensi ini? Ada beberapa rekomendasi dari seluruh pemateri tentang makalah yang kami tulis. Karena semua makalah berbasis al-Quran, maka kalau makalah saya pribadi merekomendasikan bahwa jika ingin melakukan perubahan yang sempurna dan menyeluruh, tak perlu jauh-jauh. Kita bisa dan mampu mulai dulu dari institusi terkecil yakni 'KELUARGA', sesuai dengan isyarat al-Quran, mengapa pencegahan kekerasan terhadap anak harus dari keluarga? Sebab dari keluargalah seorang anak PERTAMA KALI belajar tentang kasih sayang, perilaku, kejujuran, dan banyak hal. Keluarga pulalah yang bisa membentuk karakter seorang anak di kemudian hari. Karenanya, upaya preventif harus kita mulai dulu dari keluarga :)

Berbicara tentang keluarga, maka inilah sesi foto keluarga kecil kami, hehehe..





***
Minggu, 18 Desember 2016, 10.00 Wib

Selesailah acara konferensi ini, tiba saatnya berkeliling Setono, memburu oleh-oleh.. hihi. Anw, saya kira pasar Setono itu semacam pasar besar tanpa kios ya, as a fact, ternyata mereka berkios-kios gitu dan ada pula kios VIP dan tentu batik-batiknya juga lebih mahal. hehe.. sepenglihatan saya kemarin sih, batik-batiknya ternyata gak jauh beda sama yang di Tn Abang, tapi jelas, kalau beli BATIK dalam bentuk  BAHAN, disini memang lebih banyak pilihan dan lebih terjangkau. and the last, Alhamdulillah, bumil kesampean juga ngidam ke Pekalongan, hahaha :)

Berikut hasil narsis kami dari mobil antar jemput bersama mas-mas Hotel, sampai di lokasi Pasar Grosir Setono, hehehu...








Okay, sehabis belanja, kita balik ke hotel, istirahat sebentar, mandi, ngemil-ngemil, check out jam 12 lewat dan diantar lagi sama mas-mas hotel, hehehe..


Back to Jakarta with KA Ekonomi Tawang Jaya... yeyeyeye **
Alhamdulillah..

Thank you, Dears ..

---- The End ----




Minggu, 18 Desember 2016

#HotelReview: Two Nights at Hotel Sahid Mandarin Pekalongan

****
Jumat Malam, 16 Desember 2016, 21.15 Wib

Setelah berkisah tentang lulus seleksi dan perjalanan menuju Pekalongan, kini tibalah saatnya mereview hal yang cukup krusial (bagi emak-emak beranak hihihi), yaitu akomodasi (penginapan). Karena acara konferensi besok di Hotel Sahid Mandarin, Pekalongan, serta panitia memfasilitasi dengan harga corporate, kamipun mantap langsung mengambil dua malam (saja) wkwkwk.. harga yang tertera untuk kamar sih konon kabarnya yang superior hampir 450 ribuan incl breakfast dua orang. Tapi karena kita (saya maksudnya) juga sekalian menginap disana, berlakulah harga ekonomis wkwkwk.. only 300 ribu permalam incl breakfast untuk paksuami, horeee! heehhe.. sejujurnya, saya tidak berharap banyak pada hotel ini. Ngarep apa sih biasanya? ya, mungkin kasurnya,, kamar mandinya.. fasilitasnya.. bla bla bla, sing penting bisa istirahat dengan nyaman. Tapi, apakah kesampean???

Wait ya, hehehe..

***
Lima sampai 10 menit menanti driver yang katanya pihak hotel pasti akan menjemput.  Oke, tiba di Pekalongan sesuai dengan jadwal yang tertera di tiket, saya pun menghubungi pihak hotel. Di sebrang sana memastikan bahwa driver sudah OTW menjemput kami. Syukurlah, tak menunggu lama, Mas-mas (karena keliatannya  sih masih muda) dengan berbatik merah hati lengan panjang menelpon saya, hujan mengguyuur cukup deras kota Batik ini. Kami pun bertemu dan ia dengan sigap mengangkut koper kami, membukakan pintu mobil, mempersilakan kami masuk. Wow! kesan pertama yang baik untuk hotel ini. FYI, konon penjemputan dan pengantaran ke Bandara maupun stasiun memang fasilitas yang ditetapkan oleh hotel ini lho! bagi siapapun yang menginap dan TANPA dipungut biaya.

Perjalanan pun berlangsung lancar. Hawa dingin menyelusup ke relung tulang kami.. wuhuuu malam hari, kota ini dipenuhi oleh truk-truk besar-besar :( untuk mencairkan suasana, sesekali paksuami mengajak bicara mas driver yang logat Jawanya kenthal syekali. Ternyata, mas ini ASHLI Pekalongan, hehe.. sehingga banyak sudah pengalaman dan jalur-jalur cepat tanpa macet yang mungkin bisa kami lalui, antisipasi kepulangan nanti.. hehehe...

Ini foto Mas-mas yang setia menjemput dan mengantar kami :)

Sayangnya, saya belum sempat tau siapa nama beliau, hehe..
yang jelas, beliau sudah punya anak tiga dan satu isteri ya :)


Sesampainya di hotel, seperti biasa, mas ini sigap sekali membukakan pintu lalu menurunkan koper kami. Ia mempersilakan masuk dan proses check ini pun berlangsung sangat cepat. Kami diantar ke kamar tujuan juga --masih-- dibawakan kopernya. Fully serviced. A good manner. A good hotel. pikir saya singkat..

Penampakan ruang tunggu hotel. BAGUS !!


Dan ini Lobbynya. RAPI dan terlihat BARU Renovasi ya :)


---- Memasuki Kamar Hotel ----

Penilaian kualitas saya mulai berkurang malam itu. Hiks, saya sedih... ini adalah kamar mini yang fasilitasnya sangat kurang layak. Lorong menuju kamar suram. Di kamar pun; seprei, bedcover, sarung bantal, hordeng, tak lagi berwarna putih. Padahal, saya butuh kamar yang ekstra enak (dan murah? hehe) karena ada Hafiyya disana. Padhal, saya ingin kasurnya empuk, tidak turun dan sudah oblos karena saking sudah lama dan tak kunjung diganti.. :(

Oh, Allah. hampir khilaf, kan. Saya kesini bukan untuk bersantai dan berleha dengan mewahnya fasilitas hotel memang. Saya pikir lagi berulang; bahwa saya jauh-jauh kesini karena memang ada yang harus saya sampaikan. Ada acara yang harus saya ikuti dan paper yang harus dipresentasikan. Yaaaa, kedekilan seprei dan kawan-kawan, lemari, meja, tembok yang cukup lusuh terhenti sudah dari pikiran saya, bahkan pintu kamar mandi yang rusak itupun...... yasudahlah! hehehe....

Tapi, kupandangi wajah Hafiyya, tak sedikitpun raut kesedihan disana. Dia sudah asyik naik ke kasur dan bermain-main dengan  abbanya. Perasaan suram dan sedikit bernuansa mistis di jauh relung hati saya pun mulai  pudar. Mungkin kamar ini memang tidak direkomendasikan untuk orang-orang yang ingin fasilitas mewah. FYI, bisa ambil kamar deluxe saja ya kalau teman-teman mungkin berkesmpatan kesini. Sepertinya deluxe lebih Ok. Kisaran harganya 600 ribuan incl BF..


Okaylah, saya bagi foto-foto interior kamarnya ya....



Hafiyya happy-happy saja :)

Mini kulkas dan Tv kecil menempel di tembok :)





Welcome drink, lumayan ya :)




OKAY... demikianlah keadaan kamar kami dua malam nanti hehehehehehehe..... nilai plusnya apalagi dari hotel ini? Selain SEMUA STAFF nya ramah- ramah, sigap, helpful, SARAPAN ENAK, variatif dan ada BONUS waterparknya! Tapi, jangan ekspektasi tinggi-tinggi ya, nanti jatuh kecewa hehehe, karena WATERPARKNYA, OHHHH.... luas sekali, bagus sekali, tapi, KURANG terawat sehingga airnya terlihat keruh, hijau dan agak berlumut, LICIN, sehingga cukup berbahaya untuk anak :(

Berikut foto-foto breakfast kami dan juga Waterparknya ya!












Nasi Goreng Oranye dan Makaroni ini enakkkk.. Lupa deh sama fasilitas-fasilitas kamar yang kurang mengenakkan itu, hehehehe.....




Alhamdulillah, review hotelnya sudah yaa.. semoga SMH bisa lebih memperbaiki lagi apa-apa yang  harus diperbaiki untuk kedepannya nanti... Aamiin


Call For Paper Experience*About Pregnant and Infant Mommy* (3rd Edition) hehehe..

Berlanjut nih ya Guys ceritanya :)
Jumat sore, 16.15 Wib, Stasiun Gambir..

Meski liburan sekolah belum, natal juga masih lama, apalagih tahun baru, tapi St Gambir penuh luar biasaaaaa.. ini orang pada mau kemana ya? pikir saya, kapan kek gitu stasiun sepi, wkwkw.. Okey well, setibanya kami di Gambir kurang lebih  30 menit sebelum waktunya, kami sempatkan shalat Ashar dulu di mushalla mungil nan bersih.  Baby Hafiyya (bukan baby lagi kalee hehe) yang udah genap 2 tahun 4 hari lalu, bobo dengan pulas, sampai akhirnya terbangun dan bingung "Ini dimana?" sebelumnya memang kami sudah sounding bahwa kami akan membawa dia pergi naik kereta ke Jawa. Dia mengangguk saja dan wajah bingung bangun tidur karena mendengar pengumuman yang cukup nyaring, membuatnya makin resah, "Amma mana?" katanya. Suami saya menjelaskan bahwa saya sedang shalat. Ketika saya datang, wajahnya happy luar biasa. Bergantian dengan suami untuk shalat, saya ajak Hafiyya untuk berbicara. "Kak, kita mau naik kereta ya Kak. Kakak yang pintar, anteng dan senang ya," ucap saya. "Iya" katanya sambil mengunyah Regal, hehe..

Kenapa sih anak harus diafirmasi positif?
Mom,  tidak semua anak happy dan bisa menyesuaikan diri ketika dia diajak keluar dari zona rumahnya, Iya nggak?
IYA BANGET kalau sya, hihi. Karena saya mengalami sendiri.  Sejak 2 sampai hampir 5 bulan, Hafiyya selalu menangis kalau saya ajak kemana-mana, jangankan ke rumah ibu mertua, ke rumah saudara-saudara suami pun pernah dia menangis tiada henti. Saya pernah dan sempat stress karena ini. Sibuk mencari sebab, Ada apa sebenanrnya?

Tapi saya sadar, maybe ini hanyalah metode penyesuaian Hafiyya terhadap lingkungan baru. Akan ada kemudahan, kedepannya nanti, insyaAllah, begitu batin saya yakin..

Setelah tau anak kita cengeng ketika diajak berpergian?
Saya tidak pasrah. Saya ajak kemanapun saya pergi. Entah mengajar, bekerja, rapat, ke perpustakaan, ke rumah kawan, belanja, ngapain aja, saya ajak.. dan TRUE lambat laun, Alhamdulillah anak ini bisa menyesuaikan diri dengan baik, dia tampak Happy dan sangat menikmati perjalanan. FYI, sebelum ke  Pekalongan ini, hafiyya sudah juga ke Bogor (haha), Pulau Pahawang Lampung, Surabaya dan alhamdulillah sampai Madura... ternayta benar, ketakutan itu tidak melulu harus dihindari. Justeru harus  dihadapi dengan keyakinan dan keberanian. Sebab disitulah orangtua bisa belajar lebih memahami psikis anak, dan anak juga belajar banyak tentang sosialisasi dan lingkungan  baru yang mesti ia hadapi.. berikut foto-foto kami, hehe....

Pose dulu ahhh di depan Argo Sindoro, hehe.. mukanya kok ngereyeng  Nak? Silau yaa??


Inilah penampakan KA Argo Sindoro. Cakep (yaiyalah eksekutip haha) tapi nggak modern banget  siy karena mungkin dibuat sudah cukup lama mungkin ya? but all, its OKAY. kita puas pakai kereta ini.. heheh..


 Asik aja dengan susunya, hehe.. dan tau nggak? saking dia heppy and berisiknya, ibu-ibu di sebrang sana sampe gemes and ingat sama cucunya hahaha.. Hafiyya pun kenyang  dikasih makanan terus sama si ibu, hehe...  (aduh nakkkkk)


Alhamdulillah, setidaknya, hampir 5 jam lebih perjalanan, di 4 jam pertama anak ini anteng sekali. Namun, ketika ia naik turun kursi dan terjatuh,  dia nangis langsunglah 'NEEENEEENNNN," ouuu, langsung Baper Mode On** ternyata anakku masih ingat Nenen di jalan, hikshiks.. Alhamdulillah Abbanya SIGAP sekali. Dia alihkan anak itu ke gambar tv dan bercanda, hingga ia lupa mau NENEEEEEEENNN.. heheh.. (FYI, saya hamud dan belum berhasil menyapih anak ini, so well jika ada yang senasib, masih boleh tetap ASI ya, asal tidak ada keluhan apapun pada kehamilan kita. BISMILLAH SEHAAAAAT...... yakin yakin yakin!!!)

akhirul kalam untuk episode tiga ini, izinkan saya narsis sendiri bersama paper yaa,, hehehe


Saling mendoakan ya, agar kita terus sehat dan bisa terus menebar manfaat untuk umat :)
nah, edisi berikutnya setelah ini adalah HOTEL REVIEW. Ditunggu yaa... haturnuhun ^_^

Call For Paper Experience PICIS 2016 (2nd Edition) Hahaha..

Heyhoo Blogger, Kita lanjut lagi ya..

Dua hari berlalu nunggu pengumuman, akhirnya sepulang kuliah hari Rabu 14 Desember, saya menerima email dan dinyatakan bahwa PAPER LAYAK DITERIMA dan DIPRESENTASIKAN pada Sabtu, 17 Desember 2016, hahaha Alhamdulillahi rabbil aalamin! langsung gedebag gedebug ga karuan deh tuh, mikirin booking kereta (mikir juga lagi hamil muda anak kedua, bawa balita, bawa paksuami, hhhhh rempong cyin, hahaa) akhirnya karena hujan di kampus, neduh dulu, saya pakai waktu berteduh untuk merevisi paper yang diminta panitia. Paper usai, hujan lebat berhenti, saya pulang ke Pondok Indah Mertua, kangen anak.... hehehe..

***
Sesampainya di rumah, mau booking OL KAI rencananya ambil Kereta Eksekutif bae, krn yakin H-2 kayaknya ga dpt lg ekonomi. Tapi kq ga bisaaaa? hahaa, saya call KAI ternyata booking OL mmg udah ga bisa lg kl H-2 bisanya via telpon 021- 121 (norak kau mak! wkwkw), lgsg lah ambil KA Argo Sindoro yang berangkat hari Jumat Sore (16.15) dan tiba kira-kira jam 21.00 waktu Indonesia Bagian Pekalongan :) setelah berhasil booking kereta berangkat, lanjut ke kereta untuk pulang. Bingung siy, eksekutif udah pd abis huahuahuaa.. akhirnya ambil kelas ekonomi sajalah Bismillah dah ah, dengan Tawang Jaya hari Minggu, 18 Des 2016 jam 15.20 yang dijadwalkan tiba di Jakarta jam 21.00 Waktu Indonesia Bagian Jakarta, hihi. Selesailah urusan kereta, berlanjut hotel; huaa ternyata rejeki bumil ya? Hotel dapet kamar Superior dengan diskon plus antar jemput kemanapun selama di Pekalongan oleh pihak hotel. Hotel mana ini baik banget? hihi, tunggu yah!

***

Okay, kita tunggu cerita kerepotan keberangkatan ya! hehehe

Call For Paper Experience DADAKAN for Pekalongan International Conference of Islamic Studies (PICIS) 2016

Alhamdulillah, badan masih dikasih bugar dan berjuang melawan malas menulis  hari ini pasca pulang dari Pekalongan, hihihi..

Gimana kabarnya, Kawan Blogger? Semoga selalu dikasih usia dan rezeki berkah sama Allah, ya. aamiin

Sedikit  mau share niy tentang pengalaman (pertama ke luar kota utk CFP) dan pengalaman kedua ikut CFP setelah CFP International bareng Prof Quraish Shihab waktu sblm nikah dan punya buntut, xixixi..

Hmmh, seru juga ya ikut-ikut beginian bawa suami and anak, he euh, PASTINYA..
hahaha

Ini berawal karena saya sebulan yang lalu kepikiran, "Pengen deh ke Pekalongan, liat batik," pak suamipun mengingatkan, "Heh, kamu lg hamil muda!!" hahaha lampu merah on!! hihi..

Tapi akhirnya, dapat kabar dari kawan Palembang yang aktif2 ikut CFP, dia bilang ada Conf Intl di Pekalongan. Beliau bilang tanggal 10 Des, sedangkan deadline kumpul paper 12 Des! Tjakepp.. wkwwk... pengen siy (tapi sejujurnya ga pengen2 bgt krn dadakan inimah, belum pesen kereta, hotel, alamaaak!) tapi akhirnya?? (ey hati-hati ya kalo kepengenan lg hamil tu ada aja kemudahan dan kesampean loh!!) hahaha.. eng ing eng.. pulang kuliah akhirnya saya ubek-ubek laptop dan mencari-cari mana ya paper yang pas. karena tema besarnya tentang Revolusi Mental, dan saat itu juga saya baca bener-bener apa sih RM? yang saya tau ini gerakan yang digembor2 oleh Jokowi ya? akhirnya saat saya baca www.revolusimental.go,id, saya baru tau kalau gerakan ini ya mirip-mirip gerakan pembangunan untuk bareng-bareng menyadarkan masyarakat agar mau turut andil memperbaiki kondisi negeri ini; karena kita sedang berada dalam darurat kekerasan seksual, maka saya pilih paper saya yang kurang lebih berjudul tentang tema tersebut. Setelah saya make-up itu paper  sedemikian rupa, ga mikir lagi keterima or nggak, BISMILLAH, KIRIM... hahah.. (sore itu juga) wkwk..

---- Waiting for annoucement---