Kamis, 22 Desember 2016

Hypnobirthing Class @ ProV Clinic

Assalaamualaikum, selamat pagi dini hari hehehe..
semoga semua dalam keadaan sehat lahir batin ya ;)

anw, dini hari ini saya mau share tentang pengalaman saya dan pak suami saat mengikuti kelas weekend hypnobirthing di ProV clinic bersama masternya Hypnobirthing Indonesia; Ibu Lanny Kuswandi dan puterinya, Mbak Fonda Kuswandi. Hihihi, maaf agak telat ini sebenarnya karena kami ikut kelas tanggal 10-11 Des 2016 lalu, tapi karena baru sempet gegara rempong sama CFP, yasudahlah yaa, daripada ga dishare sama sekali, hihi.. semoga ada manfaatnya ya :)

***
Sebelum berlanjut apa aja sih yang kita pelajari dalam kelas ini? Saya akan beritau dulu alasan saya mengikuti kelas HB ini  (padahal anak udah satu ya? ga telat tu?) hehe...

1. Karena pengalaman melahirkan pertama menyisakan trauma teramat dalam (halah :))  plus super spontan yang rasanya luar biasa dan minim persiapan, itu membuat saya berpikir dua kali untuk jadi saya yang 'dulu'. Apa sih? hehe, saya dan suami ingin memiliki pengalaman kontraksi dan melahirkan yang jauh lebih baik, siap, tenang, santai istilah kerennya *gentlebirth* ya? hehe...

2. Ingin belajar agar bisa berbagi

Itu saja sih ya..

Nah, saya lanjutkan materi yang diajarkan di kelas HB ini ya..

***
Sabtu, 10 Des 2016 pukul 09.00

Setelah ditensi dan mengisi kuesioner tentang diri pribadi, kami dikumpulkan dalam satu ruangan nyaman yang hari itu berisikan 7 pasangan suami isteri (14 orang). Pagi itu ada Mba Fonda sudah siap duduk di Gymball, tepat sebelah layar laptop, di luar sana, sebelum kami masuk,  Ibu Lanny menyapa dengan penuh santun, "Selamat pagi, Bapak, Ibu," katanya sambil mengulas senyum.

(Ohya keburu lupa, kelas HB ini diadakan di ProV Clinic biasanya sih tiap bulan ya. tanggal tentative menyesuaikan jadwal Bu Lanny sepertinya. Boleh cek di IG ProV Clinic ya @provclinic. Adapun biayanya kalau earlybird 2 minggu sebelum kelas dimulai seharga 1,2 juta (couple ya). Tapi kalau kita bayarnya H-5 sampai mendekati hari H dikenakan 1,5 juta. Nah, karena saya niat ikut November tapi telat daftar, akhirnya ikut di Desember aja hehehe)

Ok, lanjut ya..
Mba Fonda dengan tenang dan ceria menyapa kami semua. Memperkenalkan diri dan keluarganya, kemudian mulai berinteraksi dengan kami semua dengan memberikan kertas HVS putih dan dua spidol. Sebelumnya, Mba Fonda bertanya adakah di kelas itu yang sudah memiliki pengalaman melahirkan? Ada. Yaitu hanya saya di antara 7 bumils itu, hehehe.. So, buat apa kertas tadi? Kertas itu untuk menuliskan apa saja kegiatan kita sehari-hari, apa saja rencana-rencana dan harapan ketika melahirkan nanti, terus jika kita tidak ikut kelas HB kita sedang apa sekarang dan kalau lagi senggang, kita ngapain? Nahhh, semua jawaban itu dideskripsikan dalam bentuk gambar, bukan tulisan.. (Hahaha, ketauan deh kalau gambar saya acakadut, ga usah dipost ya, wkwkw)

Selesai perkenalan satu demi satu, kami mulai masuk materi tentang 'Melahirkan Tanpa Rasa Sakit', huowww, emang bisa? ^_^
Itulah, imej yang sudah lama tertanam kuat adalah bahwa *Melahirkan itu Sakit* dan mungkin sudah tertanam di alam bawah sadar. Kemudian, anggapan itu diperkuat oleh drama-drama di TV yang kalau aktrisnya sedang lahiran, mereka teriak sekenceng-kencengnya, sambil keringetan saking kuatnya ngejan, trus bayinya keluar *ea, ea, ea... oe, oe, oe* hehehe... 

Btw, haruskah pengalaman melahirkan kita SAMA dengan drama di atas? Bukankah melahirkan itu adalah proses alamiah yang biasanya dialami perempuan dan insyaAllah semuanya akan mudah jika dipersiapkan?

Karenanya, *mental* dalam HB ini sangat-sangat dilatih oleh Mba Fonda, selain membantu kita membuang kesan negatif bahwa melahirkan itu sakit, kita juga diajarkan teknik untuk FOKUS terhadap sesuatu; maka FOKUS disini adalah penanaman (afirmasi positif) bahwa kita akan melewati persalinan dengan mudah, nyaman, aman, alami dan tanpa rasa sakit (aamiin...)

Terkait melahirkan, coba deh kalau kita lihat dan perhatikan dengan seksama, orangtua kita jaman dulu kok bisa ya punya anak banyak dan mereka lahiran dengan mudah tuh? boro-boro pake SPOg ya, bidan aja jauh dari rumahnya, paling banter mengharap bantuan dukun beranak. Itu juga kalau ada uang. Ada juga yang lebih memilih untuk melahirkan sendiri. Haaa?? Iya, ini adalah cerita pengalaman seorang Ibu yang tinggal di Tajurhalang Bogor. Ia melahirkan sendiri bayi-bayinya yang berjumlah 12 anak dan semuanya di rumah! MasyaAllah....

Awalnya saya heran. KOK BISA? apa ga bahaya tuh nanti rahimnya, dll.. tapi itulah, sampai detik ini ibu itu sehat wal afiyat, masih bisa kesana kemari, aktif menjalani kegiatan rumah tangga, merawat suami dan anaknya yang tidak sedikit itu. KEREN ya? pernah suatu ketika saya tanya, kenapa bisa melahirkan dengan gampang? Kuncinya kata beliau, yang  SABAR dan IKHLAS..

-__-

Dua hal itulah yang sering hilang dari ibu-ibu zaman sekarang..
beda dengan ibu-ibu zaman dulu yang cenderung berpikiran 'banyak anak banyak rejeki,' efek positifnya adalah mereka BAHAGIA dengan kehamilannya dan ga mikirin tuh antri di klinik bersalin buat cek kandungan, berapa biaya melahirkan, mau melahirkan dimana, dengan cara apa dan ditolong siapa, mau normal apa SC (lah belum ada dulumah ya.. hehe), dan gimana ya ngerawat anak nanti? mereka ringan hidupnya karena gak dipikirin hal-hal yang sering bikin pikiran kita rumit. Satu hal yang ibu-ibu jaman dulu tekankan adalah makan yang sehat, denger kata orang dulu (orangtua)-- yang kadang banyak mitosnya sih, tapi kadang kejadian juga ya?

Hehe, well..
Lanjut lagi dengan diskusi sama Mba Fonda. Selain tadi kita dilatih fokus, kita juga dinilai makhluk jenis apa kita ini? Hahaha, maksudnya? Iya, apakah kita lebih peka jika disentuh, atau dikasih kata-kata positif, atau justeru kita lebih tergolong ke orang yang sukanya 'membayangkan'? Ini penting karena saat melahirkan, suami sebagai pendamping isteri harus melakukan apa yang isterinya mau sesuai dengan tipe mereka (itu sebabnya nih para pak suami kudu ikut, biar mereka ga jadi sasaran pas kontraksi dicakar-cakar isteri, hahaha)

Kemudian, setelah sesi Mba Fonda usai, tepat jam 10.30 break makan snack dan lanjut materi oleh Bu Lanny (Aduh Bu Lanny ini memang asalnya lemah lembut banget ya, baru denger suaranya aja udah nenangin, hehehe)

Di kelas Bu Lanny lebih ditekankan ke praktik bagaimana cara bumils nanti menghadapi kontraksi? Nah, Bu Lanny memandu kami langsung tentang LABOR DANCE (asik..) hehe.. Jadi, saat kontraksi, suami isteri itu justeru disarankan pelukan, suami kasih kata-kata positif dan isteri menikmati, relax, mendengarkan dan tetap tenang (Hoaaa semoga bisa ya, mengingat rasanya kontraksi itu??? huhuhu..)

Nah setelah LABOR DANCE bareng-bareng (asli ya pelukan sama suami masing-masing dan distel lagu-lagu romantis itu lumayan bikin pikiran enteng lho, hehe) bu Lanny menjelaskan bahwa fungsinya berpelukan adalah agar supaya hormon kebahagiaan kita muncul, sehingga  pikiran pun terbawa untuk  selalu fokus kepada hal-hal yang positif saja. Hmm, ada benarnya juga ya. Kalau hati tenang, pikiran pun jadi senang. hehehe...

Setelah labor dance, kita kembali dilatih FOKUS sama Bu Lanny dengan mendengar langsung afirmasi  positif dari beliau. Kurang lebih 15- 20 menit kita mendengar suara musik yang tenang sekaligus kata-kata dari Bu Lanny. "Melahirkan adalah proses yang alami, normal, wajar, yang akan dirasakan oleh semua perempuan yang terpilih oleh Tuhan untuk memeroleh makhluk  suci........................." terus menerus Bu Lanny memberikan kata-kata bijak, positif, memotivasi dan mengalihkan segala bentuk kecemasan-kecemasan yang biasanya dialami bumils. Tangan dan jemari kita juga dibebaskan bergerak (seolah-olah sedang membuang energi negatif) yang pada akhirnya, bayangan yang dirasakan masing-masing dari peserta mungkin berbeda-beda. Kalau saya? Saya MENANGIS sejadi-jadinya. Lho? (sepertinya bagian ini cukup menyedihkan dan sangat mengoyak batin, hikshiks, ini terkait kewafatan almarhumah Kakak saya pasca melahirkan dan kemudian saya yang berkesempatan merawat bayinya di samping kondisi saya sedang hamil pula kala itu.. *singkatnya seperti ini*  sehingga di alam bawah sadar saya, nampaknya saya masih sangat kehilangan beliau dan selalu mewek jika teringat buah hatinya yang sekarang kami asuh bersama-sama.. ya Allah :( )

Setelah 20 menit berlalu, Bu Lanny melihat saya menyeka airmata yang masih saja mengalir. Dengan lembut beliau  bertanya, "Ibu, kenapa menangis? Mau dibagi ceritanya saat ini atau berdua saja dengan saya?" katanya. Tentu saya memilih berdua, hehehe...

***
Minggu, 11 Desember 2016

Dimulai jam 09.00 tepat, pagi itu Bu Lanny yang langsung memandu kami. Apa materi besar hari itu? PIJAT-PIJAT CINTA, hehe.. yang dipercaya dan ampuh bisa mengurangi rasa sakit, pedih, nyeri bin ngilu saat kontraksi. Kami dilatih bareng-bareng dan langsung teknik pemijatannya. Tekniknya adalah setiap suami dipersilahkan untuk meraih panggul isterinya masing-masing dan posisi isteri memeluk bola gym. Hmmm, enak.... rasanya :) semoga nanti pas saat itu tiba pak suami dengan tabah memijat, hehe...

Selain pijatan khusus untuk mengurangi kontraksi, guna meningkatkan hormon kebahagiaan, Bu Lanny membimbing kami  (usai melihat video pijat suami isteri) tentang ENDORFIN massage.. Hmm, yang ini lebih maknyus lagi, hehehe.. intinya semacam sentuhan dan pijatan ringan di bagian-bagian tubuh isteri; punggung, pundak, leher, perut  dan payudara yang diakhiri dengan sapaan halus penuh cinta untuk dede bayi.. Ahhhh, sesi ini enak banget lho! hehehe.. kudu rajin latihan berarti ya? Biar bahagia terus bawaannya, hehe.. maklum Bumils itu rentan esmosi, kan? wkwkwk..

Nah, pasca sesi ini, Mba Fonda berbagi tips tentang HYPNOBREASTFEEDING... huaahuahuaa, sesi sensitif buat saya karena saya belum berhasil menyapih anak pertama yang sekarang sudah 2 tahun usianya *hiks Ya Allah... gagal mulu mau nyapih*..

---- Namun, sekedar masukan sih sebenarnya, selain Hypnobirthing dan Hypnobreastfeeding, ada yang miss dari pelatihan ini yaitu bagaimana caranya Hypnoweaning; alias teknik-teknik tanpa dusta dalam penyapihan hehe.. kok dusta sih? Iya, karena teknik orangtua ktita dulu itu payudaranya dikasih obat merah, bawang putih, atau apa aja yang bikin anak jadi trauma dan takut, hiks... dan saya, belum menemukan teknik tanpa bohong untuk puteri saya ini :( disamping saya belum sanggup bergadang -free- dari menyusui sementara dia meraung-raung menangis sangat kencang (yang kebetulan depan rumah kami juga ada bayi, khawatir terbangun) haduh ya Allah, hahaha... luar biasa ya jadi Emak itu...----

Sesi yang diisi mba Fonda diakhiri dengan sedikit tips menghalau BabyBlues bala-bala, hehe.. juga Hypnoparenting yang menghadirkan langsung suami dan ketiga anaknya..

***

Kesan pasca mengikuti kelas ini adalah: SANGAT PENTING dan DIREKOMENDASIKAN untuk diikuti oleh calon orangtua dan yang sudah menjadi orangtua...agar kita punya perbekalan khusus dan maksimal. Karena amanah-Nya, bukan main dahsyatnya... ^_^


4 komentar:

  1. Siang bunda, mau tanya dong. Bunda total ikut brp kelas/pertemuan? Itu systemnya sekali pertemuan sekali payment dan harus booking terus gt atau gmn bun? Makasiih. Btw ceritanya padat dan bikin terharuu 😢 gimana persalinannya bun? Jd penasaran, hihihi

    BalasHapus
  2. Siang bunda, mau tanya dong. Bunda total ikut brp kelas/pertemuan? Itu systemnya sekali pertemuan sekali payment dan harus booking terus gt atau gmn bun? Makasiih. Btw ceritanya padat dan bikin terharuu 😢 gimana persalinannya bun? Jd penasaran, hihihi

    BalasHapus
  3. siang bunda...mau tanya dunk...sejak kapan disarankan bagusnya ikut kelas ini ya..?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai mbak, maaf lama bgt balasnya! Blog ini hampir ditinggal oleh penghuninya haha..

      Disarankan ketika mbaknya dan suami siap. Trimester dua pasnya tuh.. RECOMMENDED mbak.. (mbaknya udah ikut? Atau udah lahiran jangan2) 😂 sehat selalu ya!

      Hapus