Jumat sore, 16.15 Wib, Stasiun Gambir..
Meski liburan sekolah belum, natal juga masih lama, apalagih tahun baru, tapi St Gambir penuh luar biasaaaaa.. ini orang pada mau kemana ya? pikir saya, kapan kek gitu stasiun sepi, wkwkw.. Okey well, setibanya kami di Gambir kurang lebih 30 menit sebelum waktunya, kami sempatkan shalat Ashar dulu di mushalla mungil nan bersih. Baby Hafiyya (bukan baby lagi kalee hehe) yang udah genap 2 tahun 4 hari lalu, bobo dengan pulas, sampai akhirnya terbangun dan bingung "Ini dimana?" sebelumnya memang kami sudah sounding bahwa kami akan membawa dia pergi naik kereta ke Jawa. Dia mengangguk saja dan wajah bingung bangun tidur karena mendengar pengumuman yang cukup nyaring, membuatnya makin resah, "Amma mana?" katanya. Suami saya menjelaskan bahwa saya sedang shalat. Ketika saya datang, wajahnya happy luar biasa. Bergantian dengan suami untuk shalat, saya ajak Hafiyya untuk berbicara. "Kak, kita mau naik kereta ya Kak. Kakak yang pintar, anteng dan senang ya," ucap saya. "Iya" katanya sambil mengunyah Regal, hehe..
Kenapa sih anak harus diafirmasi positif?
Mom, tidak semua anak happy dan bisa menyesuaikan diri ketika dia diajak keluar dari zona rumahnya, Iya nggak?
IYA BANGET kalau sya, hihi. Karena saya mengalami sendiri. Sejak 2 sampai hampir 5 bulan, Hafiyya selalu menangis kalau saya ajak kemana-mana, jangankan ke rumah ibu mertua, ke rumah saudara-saudara suami pun pernah dia menangis tiada henti. Saya pernah dan sempat stress karena ini. Sibuk mencari sebab, Ada apa sebenanrnya?
Tapi saya sadar, maybe ini hanyalah metode penyesuaian Hafiyya terhadap lingkungan baru. Akan ada kemudahan, kedepannya nanti, insyaAllah, begitu batin saya yakin..
Setelah tau anak kita cengeng ketika diajak berpergian?
Saya tidak pasrah. Saya ajak kemanapun saya pergi. Entah mengajar, bekerja, rapat, ke perpustakaan, ke rumah kawan, belanja, ngapain aja, saya ajak.. dan TRUE lambat laun, Alhamdulillah anak ini bisa menyesuaikan diri dengan baik, dia tampak Happy dan sangat menikmati perjalanan. FYI, sebelum ke Pekalongan ini, hafiyya sudah juga ke Bogor (haha), Pulau Pahawang Lampung, Surabaya dan alhamdulillah sampai Madura... ternayta benar, ketakutan itu tidak melulu harus dihindari. Justeru harus dihadapi dengan keyakinan dan keberanian. Sebab disitulah orangtua bisa belajar lebih memahami psikis anak, dan anak juga belajar banyak tentang sosialisasi dan lingkungan baru yang mesti ia hadapi.. berikut foto-foto kami, hehe....
Pose dulu ahhh di depan Argo Sindoro, hehe.. mukanya kok ngereyeng Nak? Silau yaa??
Inilah penampakan KA Argo Sindoro. Cakep (yaiyalah eksekutip haha) tapi nggak modern banget siy karena mungkin dibuat sudah cukup lama mungkin ya? but all, its OKAY. kita puas pakai kereta ini.. heheh..
Alhamdulillah, setidaknya, hampir 5 jam lebih perjalanan, di 4 jam pertama anak ini anteng sekali. Namun, ketika ia naik turun kursi dan terjatuh, dia nangis langsunglah 'NEEENEEENNNN," ouuu, langsung Baper Mode On** ternyata anakku masih ingat Nenen di jalan, hikshiks.. Alhamdulillah Abbanya SIGAP sekali. Dia alihkan anak itu ke gambar tv dan bercanda, hingga ia lupa mau NENEEEEEEENNN.. heheh.. (FYI, saya hamud dan belum berhasil menyapih anak ini, so well jika ada yang senasib, masih boleh tetap ASI ya, asal tidak ada keluhan apapun pada kehamilan kita. BISMILLAH SEHAAAAAT...... yakin yakin yakin!!!)
akhirul kalam untuk episode tiga ini, izinkan saya narsis sendiri bersama paper yaa,, hehehe
Saling mendoakan ya, agar kita terus sehat dan bisa terus menebar manfaat untuk umat :)
nah, edisi berikutnya setelah ini adalah HOTEL REVIEW. Ditunggu yaa... haturnuhun ^_^





Tidak ada komentar:
Posting Komentar