"Sudah, Mah... nggak usah khawatir, Aisyah bukan anak kecil lagi," rengek Aisyah (Laudya Cynthia Bella) kepada Mamahnya yang diperankan oleh (Lydia Kandou).
Akh! tepat banget momennya yang kali ini-- perdana-- ngajak Mamah nonton (kudu dirayu dulu biar mau dan pake ngegalau kyk mau pulang begitu ada penundaan jam penayangan, huah!) pas di acara nobar premiere Aisyah Biarkan Kami Bersaudara. Film berlatar di Derok, Atampua, NTT tentang kisah seorang guru muslim yang dikirim menuju NTT untuk mengajar anak-anak yang beragama kristen. Udah ketebak dong issue apa yang bakal terjadi? Ya, beberapa kalangan yang anti terhadap Islam (dalam film ini diperankan oleh pamannya Lordis-- anak yang nggak tau ortunya kemana, dia tinggal sama pamannya yang kejam, kasar, bengis, galak, hingga diapun tersinggung saat first meeting sekolah ditanya nama orangtua dan kerjaan orangtua)..
Kira-kira percakapan Mamah Lydia Kandou sama LCB juga tentang kasarnya Lordis ke Bella yang lebih saya SOROT. Bukan tentang masalah Islamphobianya.. hehe
Duh, kayaknya sih Mamah nangis pas Bella terlempar ke NTT, turun tengah jalan, tanpa pohon, gersang, yang jemput (Pedro; sumpah kocak nih orang-- diperanin sama Arie Kiting), sampe ngantuk-ngantuk, akhirnya Bella dianter kerumah kepala dusun..
Saya jadi ingat lima tahun lalu saat saya melemparkan diri ke Pare, Kediri, hihi... segitu kangennya kali ya Mamah? Ya, saya sorot angle ini karena BETAPA SUSAHNYA BETA TANPAMU, MAMAH. Tanpa Appa (Ayah) juga. Tapi, yang namanya dulu jauh dari orangtua, tanpa uang sepeserpun dari mereka (karena sebenernya mereka berat ngelepasin, saya masih single, dan pergi jauh ke Jatim pertama kali; mereka psti khawatir) dan MALUnya yaa saat nggak punya uang, MALU buat ngabarin dan NELPON. Yap! ortu sama anak itu memang hakikatnya nggak bisa saling berjauhan! Kita punya keterikatan yang KUAT sama orangtua. Sebab dari didikan itulah akan membentuk KARAKTER kita. Pun Lordis di atas, itu anak kasaaaar banget karena nggak pernah dapet kasih sayang orangtuanya (kalau ditinjau dari sisi psikologis ya), ditambah dia diasuh sama pamannya yang bengis itu, hiks SEDIH! dan saya ikut nangis saat Lordis dirawat karna jatuh dan teman-temannya juga Aisyah nemenin total di RS. Aisyah juga ngebayarin Lordis dan scene ini ngegambarin akhirnya Aisyah HAMPIR ga bisa pulkam ke Bandung karna uangnya menipis. Tapi buat ngabarin mamahnya? PASTI nggak TEGA. Ngeri kepikiran dll..
Dan sekarang, Mamah nggak pernah kuat jauh-jauh lagi dari anaknya, hehe..
Tapi, berkat film ini SEMOGA aja mamah jadi punya pikiran yang berbeda; bahwa anak adalah amanah Allah. Ketika anak sudah mengambil pilihan yang benar (menikah dengan lelaki berakhlak dan shaleh misalnya tapi dia jauh dari Jakarta), yaaaaa kudu ikhlas, Mah :(
Hehe, ini edisi adik saya yang sebentar lagi kayaknya akan pergi jauh dari mamah karena ikut suaminya nanti. Tapi, satu hal yang perlu mamah ingat, kita takkan pernah lupa dan meninggalkan mamah. InsyaAllah... WE love you, Mamah, Appa. Semoga Allah selalu menyehatkan kalian!
Aamiin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar