Assalaamualaikum..
Alhamdulillah, setelah lama vakum dari dunia perblog-an, saya bisa kembali lagi insaf menulis, hehe..
Judul besar dalam blog ini Everyday is Mother's Day, waaa kenapa ya? hehehe..
karena saya mengaktifkan lagi blog ini di tanggal 22 Desember yang katanya hari Ibu. hmmm.. entah hari Ibu, hari Ayah, hari Anak, hari Nenek Kakek sekalipun, itu hanyalah masalah tanggal dan momen bukan? tapi sejatinya, kasih sayang mereka tak terbatas dan tak terbalas..
baiklah, saya share sedikit tentang jalan sederhana menuju surga-Nya, nih..
smoga bermanfaat ya!
MEMULIAKAN ORANGTUA
“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya
kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu
bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau
kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali
janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan
janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang
mulia,” (Qs Al-Isra: 23).
Surah Al-Isra mengisyaratkan
keharmonisan dua hubungan yakni hubungan baik dengan Allah, juga dengan manusia
yang dalam hal ini ialah sosok yang semestinya kita muliakan, orang tua.
Para mufassir sepakat bahwa perkataan
yang mulia menurut firman Allah di atas ialah mengucapkan kata “ah” kepada
orang tua tidak dibolehkan oleh agama apalagi mengucapkan kata-kata atau
memperlakukan mereka dengan lebih kasar daripada itu.
Penghormatan terhadap orang tua sangat
diatur oleh Islam agar terciptanya hubungan baik antara orang tua dan anak.
Lebih spesifik lagi, penghormatan
kepada salah satunya sungguh telah Rasulullah yang menyatakan seorang laki-laki
datang menghampiri Rasulullah dan bertanya siapakah yang layak untuk dipatuhi?
Rasul pun menjawab, “Ibumu,” hingga tiga kali berturut-turut, kemudian, “ayahmu”.
(HR Bukhari-Muslim).
Penyebutan lebih dari satu kali dalam
hadis Rasul bukan tanpa makna. Pemaknaan yang luas terhadap apa yang pernah
beliau sampaikan lebih khusus kepada urusan kepatuhan anak kepada ibu, menjadi
kewajiban tersendiri mengingat ibu adalah sosok yang sangat berperan dalam
kehidupan si anak dari masa kehamilan, kanak-kanak, hingga dewasa.
Adalah Umar bin Khattab seorang anak
yang sangat hormat kepada ibunya, sampai dalam masalah yang sekecil-kecilnya.
Dalam hal makan, misalnya, ia tidak pernah makan mendahului ibunya.
Ia bahkan tak berani makan bersama-sama
dengan ibunya, sebab ia khawatir akan mengambil dan memakan hidangan yang
tersedia di meja, sementara ibunya menginginkan makanan tersebut. Baginya,
seorang ibu telah mendahulukan anaknya selama bertahun-tahun ketika sang anak
masih kecil dan lemah.
Kasih ibu tak pernah terbalas oleh apa
pun juga. Yang bisa dilakukan anak hanyalah memberi penghormatan dan pelayanan,
terutama ketika mereka sudah tua dan dalam keadaan lemah. Dalam hal ini
Rasulullah mengingatkan kaum Muslimin, "Hidungnya harus direndahkan ke
tanah, hidungnya harus direndahkan ke tanah, hidungnya harus direndahkan ke
tanah."
Beliau ditanya, "Ya Rasulullah,
siapa?" Jawabnya, "Orang yang mendapatkan kesempatan baik untuk
membantu kedua orang tuanya di masa tuanya, baik salah satunya maupun
kedua-duanya, tetapi ia gagal mendapatkan dirinya masuk surga."
Gagalnya seseorang untuk masuk surga
lantaran pengabaian terhadap hak-hak orang tua, dapat kita simak dalam kisah
Juraij. Juraij adalah remaja yang taat beribadah. Saat ia ingin melakukan
shalat sunah, ibunya memanggilnya.
Kala itu, Juraij bimbang—dahulukan
shalat, atau memenuhi panggilan ibunya? Maka, Juraij pun memilih shalat dan
mengabaikan panggilan Ibunya yang sudah berkali-kali menggema di telinganya.
Sang ibu pun kecewa, dalam hati, ia
berdoa, “Ya Allah, janganlah Engkau mematikan anakku sebelum ia mendapat fitnah
dari wanita pelacur.” Singkat cerita, Juraij mendapatkan fitnah dari seorang
pelacur karena ia mengabaikan seruan ibunya.
Menghormati dan memuliakan orang tua
bukan saja saat mereka masih hidup. Ketika beliau wafat, maka sebagai seorang
anak, kita berkewajiban untuk melaksanakan lima hal, seperti hadis yang
diriwayatkan oleh Abu Dawud, kewajiban itu di antaranya ialah menyalatkan
keduanya, membacakan istighfar, melaksanakan wasiatnya, bersilaturahim kepada
kerabatnya, juga menghormati sahabat-sahabatnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar